Eclectic collections of posts & reposts relating to 'development' as lifestyle improvements. Blogging since 2004.
Showing posts with label Indonesia. Show all posts
Showing posts with label Indonesia. Show all posts
Thursday, 7 August 2014
Orang Kiri Bukan Ateis
http://m.kompasiana.com/post/read/660644/3/amir-pemimpin-orang-kiri-bukan-ateis.html
Friday, 17 August 2012
Paulus Mintarga Arsitek Nusantara: Arsitek 'tanpa' ijazah arsitek
Arsitektur Bangsa Perajin. Peradaban manusia tanpa identitas, ibarat titik tanpa koordinat; titik itu tak punya kedudukan. Peradaban manusia termasuk arsitektur, pasti membutuhkan identitas lokal yang jelas sekaligus memuat nilai-nilai universal. Arsitektur d iIndonesia mutlak memerlukan identitas baru, karena wujud yang lama telah ditinggalkan zaman, perkembangan ilmu, kebaruan gaya hidup, dan karena manusia pembangunnya,berfitrah punya identitas. Lalu, siapakah yang berhak membangun-kembali identitas Arsitektur di Indonesia? Apakah hanya para arsitek berijazah saja? Tentu tidak. Bahkan, sebetulnya andil menyumbangkan perkuatan identitasarsitektur di Indonesia bukan hanya hak, tetapi kewajiban bagi mereka yang masih punya kepedulian terhadap negeri bencana ini.
Posted by
ivan-fukuoka project
at
August 17, 2012
Labels:
Arsitektur Nusantara,
Asian Cultures,
Indonesia,
Paulus Mintarga
Thursday, 8 September 2011
Faktor China dan Masa Depan Ekonomi Indonesia
Kecenderungan perekonomian besar dan dunia akan kian mengedepankan perdagangan dan investasi di kegiatan riil ekonomi, tak lagi didominasi investasi produk keuangan yang sangat spekulatif...[c]iri berikutnya, perekonomian yang akan tampil ke depan adalah perekonomian dengan jumlah penduduk yang besar, seperti China, India, Brasil, dan tentu saja peluang terbuka untuk Indonesia. Sejarah juga menunjukkan kemajuan China, seperti pada abad ke-12 hingga ke-15, juga sejalan dengan perkembangan di Nusantara.
- Umar Juoro, ekonom CIDES
| Kota Shanghai di tepi sungai Yangtze |
Perkembangan ini penting untuk cermati dengan seksama oleh para pegiat ekonomi Indonesia agar dapat melihat, memahami dan merancang langkah antisipatif yang tepat agar 'tak ketinggalan kereta' dalam kiprah perekonomian/perdagangan dunia. Sejarah dan 'tanda-tanda zaman'(baca: masa transisi ekonomi dunia) beberapa tahun belakangan hingga saat ini merupakan bukti kuat dan peringatan bagi perekonomian kita di Nusantara untuk dapat menggunakan kesempatan istimewa ini guna memperoleh hasil yang baik.
| KA Maglev Shanghai Pudong Airport |
Posted by
ivan-fukuoka project
at
September 08, 2011
Labels:
China,
Economy,
GFC,
Indonesia,
trade,
Umar Juoro
Subscribe to:
Posts (Atom)