Showing posts with label Jokowi. Show all posts
Showing posts with label Jokowi. Show all posts

Monday, 20 October 2014

PELANTIKAN JOKOWI-JK: Isi Lengkap Pidato Jokowi "Di Bawah Kehendak Rakyat & Konstitusi" | Quick News - Bisnis.com

PELANTIKAN JOKOWI-JK: Isi Lengkap Pidato Jokowi "Di Bawah Kehendak Rakyat & Konstitusi" | Quick News - Bisnis.com
[...]Baru saja kami mengucapkan sumpah, sumpah itu memiliki makna sp[i]ritual yang dalam, yang menegaskan komitmen untuk bekerja keras mencapai kehendak kita bersama sebagai bangsa yang besar. Kini saatnya, kita menyatukan hati dan tangan. Kini saatnya, bersama-sama melanjutkan ujian sejarah berikutnya yang maha berat, yakni mencapai dan mewujudkan Indonesia yang berdaulat di bidang politik, berdikari di bidang ekonomi dan berkepribadian dalam kebudayaan.

Wednesday, 15 October 2014

Tempat Kalla dalam "Revolusi Jokowi" (Kompas, 22 Aug 2014, Fachry Ali)


[...] Joko Widodo (Jokowi) sebagai ”pemimpin pasca elite”. Ini terjadi karena, menggunakan frasa sejarawan Taufik Abdullah, ”kesewenangan sejarah” yang membuat Indonesia sejak awal berada di bawah kepemimpinan kaum elite. Walau punya cita-cita ”sempurna” tentang bagaimana rakyat Indonesia harus dipimpin dan dimakmurkan, kaum elite ”terperangkap” ke dalam dua aspek tak terhindarkan. Selain rumusan cita-cita mereka diambil dari pengalaman negara dan masyarakat maju[*], watak kepemimpinan mereka lebih dibentuk proses sosialisasi dan mobilitas vertikal di dalamlembaga-lembaga politik dan birokrasi yang terpisah dari pengalaman keseharian rakyat banyak.[*baca: pola pembangunan modern versi Rostow]



Sumber:

Program LH Jokowi JK

 
(picture taken from http://www.sbs.com.au/news/article/2014/06/30/study-shows-indonesias-rapid-deforestation)

 [...]Saya coba menyusun keping-keping program lingkungan pasangan Jokowi - JK yang berserakan tersebut.
1.  Menegakkan hukum lingkungan secara konsekuen tanpa pandang bulu dan tanpa khawatir kehilangan investor.
2.    Menerapkan kebijakan permanen bahwa negara berada pada titik kritis disebabkan kerusakan lingkungan hidup.
3.  Memfasilitasi setiap warga negara supaya punya akses memiliki tanah sebagai tempat menetap dan memperoleh penghidupan layak.
4.    Mendorong reformasi pertanahan melalui penyempurnaan UU Pokok Agraria.
5.    Membuat pengaturan jelas untuk mekanisme penyelesaian sengketa tanah dengan memperhatikan hukum adat.
6.  Menginisiasi perangkat hukum khusus dengan satuan tugas khusus untuk menindak pelanggaran yang berkaitan dengan illegal logging, illegal fishing, dan illegal mining.
7.    Meningkatkan kerja sama internasional untuk mencegah aktivitas ilegal di Indonesia dibawa ke luar negeri dan sebaliknya.

Sementara program lingkungan pasangan Prabowo-Hatta yang terumuskan adalah sebagai berikut:
1.    Memulai reboisasi 77 juta hektare hutan yang rusak.
2.    Menindak tegas pelaku pencemaran lingkungan dan melindungi keanekaragaman hayati.
3.    Melaksanakan penanaman pohon penghasil kayu secara individu atau kolektif maksimal 5 hektare.
4.  Mendorong semua usaha kehutanan dan produk turunannya mendapat sertifikasi yang diterima pasar global.
5.    Mensyaratkan kontribusi pembangunan hutan kota.
6.    Merehabilitasi daerah aliran sungai dan sumber air.
7. Mendorong usaha batu bara, nikel, tembaga, bauksit, dan besi menjadi pertambangan yang ramah lingkungan dan sosial.
8.    Berperan aktif dalam upaya mengatasi perubahan iklim global.

Dari program lingkungan kedua pasangan capres tersebut di atas, yang paling jelas terlihat adalah eksistensi manusia, dalam hal ini kelompok manusia yang berada dilingkaran sebuah ekosistem (baca: lingkungan). Dalam program lingkungan pasangan Prabowo - Hatta, nyaris tak ada tempat bagi eksistensi manusia. Misalnya eksistensi masyarakat adat dan komunitas-komunitas lokal disekitar kawasan hutan. Peran masyarakat adat atau komunitas lokal dinegasikan, bisa dianggap tidak ada, atau tidak dilibatkan dalam praktek-praktek pengelolaan lingkungan seperti yang tertuang dalam delapan poin program lingkungan hidup mereka. Inilah model pengelolaan lingkungan Eco fascism atau faham fasis konservasi lingkungan.


Dikutip dari blog saudara Jopi Peranginangin, Friday, May 30, 2014, berjudul: Semangat Eco Fascism vs Eco Populism Dalam Program Lingkungan Capres



Di Atas DPR Masih Ada Rakyat - Kompas.com

Wednesday, 27 August 2014

Kata Jokowi Soal Pecah 2 Kementerian Pendidikan

[...] Kementerian Pendidikan Dasar Menengah akan berfokus pada pembangunan
karakter, budi pekerti, nilai, norma, budaya bangsa. Tujuannya agar
sejak dini terhadap anak-anak dibangun terlebih dulu sebuah nilai yang
sangat kuat.

"Lalu setelah itu pendidikan tinggi dan riset melakukan link and match (keselarasan) antara universitas, kajian, dan lapangan kerja dan industri," [Deputi Kantor Transisi Jokowi-JK Andi Widjajanto]


Kata Jokowi Soal Pecah 2 Kementerian Pendidikan

Jokowi talks of new democracy in Indonesia | The Jakarta Post

“Jokowi is not a great or inspiring public speaker, but he is
a master of symbolism and ‘branding’. Nothing is left to chance, be it
dress, mode of transport or unannounced inspections and visits. [Bob Lowry]


Jokowi talks of new democracy in Indonesia | The Jakarta Post

Yudi Latif: Revolusi Mental Akan Wujudkan Trisakti - Tribunnews.com

"Revolusi Mental itu bahkan akan mampu melaksanakan Trisakti yaitu
politik yang berdaulat, ekonomi yang mandiri, dan kebudayaan yang
berkepribadian," [Yudi Latif]


Yudi Latif: Revolusi Mental Akan Wujudkan Trisakti - Tribunnews.com

Friday, 22 August 2014

Joko "Jokowi" Widodo Indonesia's Seventh President

http://m.asia.wsj.com/articles/indonesia-court-expected-to-clear-vote-results-1408595018?mobile=y

Wednesday, 16 July 2014

Indonesia democracy test - NY Tmes

http://mobile.nytimes.com/2014/07/16/opinion/indonesias-democracy-test.html?referrer=

Sunday, 16 March 2014

Editorial: Joko’s Candidacy Is Positive for Indonesia

Joko’s honesty, leadership qualities, down-to-earth approach and clean track record will steer our nation onto the right track. In a country
beset by rampant and deep-rooted corruption, we are in desperate need of these inspiring qualities to not only lead, but guide our people.
[The Jakarta Globe ]

http://www.thejakartaglobe.com/opinion/editorial-jokos-candidacy-positive-indonesia/

Wednesday, 24 October 2012

Bus designs for the Humid Tropics - Gagasan Jokowi soal Transportasi DKI


Pak Wagub,
cc:Pak Gub

Re:Desain Kopaja/Metromini dan sejenis 

Sebagai warga DKI pengguna transportasi publik diatas dan desainer/pengamat[amatir] sistem 
transportasi, saya ingin sumbang saran/ide Pak demi kenyamanan dan kesehatan penumpang beserta sopir. 

Gubernur DKI didalam bus 
Ada dua tipe medium/mikro bus di Jakarta yakni AC & non-AC. Ide saya ini terkait dgn angkutan  non-AC seperti Kopaja/mikrolet dan sejenisnya Pak, sbb:  
1)  untuk tipe ini alangkah baiknya kalau desain kabin penumpang memperhatikan unsur desain ventilasi kabin yang sesuai/tepatguna sehingga pada kecepatan rendah[macet atau semi-macet] penumpang tak terlalu kepananasan/kegerahan di dalam kabin dgn cara membuat 'inlet' angin masuk ventilasi kabin datang dr arah depan yg dapat 'me-manen'  angin dan dapat diatur agar saat hujan air tak tempias ke dlm kabin. Laju angin masuk [inlet 'flow'] udara dari depan [di atas kabin sopir kalau kabin terpisah] berakhir di pintu masuk/keluar belakang kendaraan yg berfungsi jadi 'outlet' sehingga timbul efek 'venturi-ventilation' sehingga membawa udara panas yg terkumpul di kabin penumpang keluar dan mengurangi kadar 'kesumpekan' atau kegerahan.  

Jeepney 'open design'
transport sekalian 'mural on wheels'










2) sehubungan dgn pipa 'knalpot'[exhaust] lebih baik pipa gas buang dr knalpot yg biasa terletak dibawah chassis kendaraan dipindahkan letaknya ke bagian atas/atap bagian belakang/ekor kendaraan [mirip pipa knalpot traktor]. Hal ini dapat dengan mudah di modifikasikan dgn cara mengelas knalpot dgn tambahan pipa knalpot 'extension' agar gas buang [karbon monoksida] tidak jadi polutan yg terhirup calon penumpang saat bus 'ngetem' dekat halte.
Demikian usul saya Pak Jokowi dan Pak Ahok.

Untuk Jakarta Baru nan Manusiawi! 

ivan-fukuoka project